Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Sebelumnya Hanya Kebun Sayur, Namun Sekarang Muncul Danau di Kupang. Ini Ceritanya

Gudang Mod
Senin, 19 April 2021, 11.47 WIB Last Updated 2021-04-19T04:47:17Z

Sebelumnya Hanya Kebun Sayur, Namun Sekarang Muncul Danau di Kupang. Ini Ceritanya

GUDANGNODGACOR. COM - Sebuah danau baru muncul di RT 22 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa Kota Kupang pasca badai seroja yang menghantam Provinsi NTT dua pekan lalu.

Danau dengan luas hampir 300 meter ini muncul sejak dua minggu lalu atau usai badai siklon tropis melanda yang menyebabkan mata air di sekitar lokasi ikut mengeluarkan air dalam jumlah besar.


Warga setempat menyebutkan, sebelumnya tempat tersebut merupakan kebun sayur yang biasa digunakan warga sekitar untuk menanam.


"Ini dulu kebun sayur, tanah rata, jadi orang biasa timba air siram sayur. Setelah hujan angin besar itu, mata air pecah ada lari datang ni, rendam semua," ujar Bendelina Taolin, Minggu (18/4/2021).


Warga lainnya, Mikhael Lakapu menuturkan, pada saat badai, turut terjadi getaran di sekitar mata air yang akhirnya mengakibatkan 7 mata air yang berada di tebing mengeluarkan air dalam jumlah banyak.


"Awalnya itu ada getaran di dekat mata air, habis itu langsung ke luar air besar, akhirnya sampai meluap di kebun sayur itu," tutur Mikhael.


Ia mengatakan, saat ini debit air tersebut terus mengalami peningkatan sehingga dari 7 mata air yang ada, 3 di antaranya telah terendam air dan kini tersisa 4 mata air yang masih dapat dilihat oleh warga sekitar.


Air di danau bernama Tankolo itu, diketahui juga telah merendam rumah warga yang berada di sekitar lokasi.


Bahkan, luapan air ini juga dikhawatirkan akan merendam rumah yang berada di sekitarnya, termasuk pada bagian jalur ring road yang berada di bagian bawah.


"Sekitar 20 orang di sebelah situ, ada yang sudah mengungsi ke tetangga punya rumah," jelas Mikhael.


Menurutnya, warga setempat telah melaporkan hal tersebut kepada RT dan lurah setempat dan telah dilakukan peninjauan.


Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, yang dikonfirmasi terkait adanya laporan tersebut mengaku belum mendapat laporan terkait dengan adanya danau baru tersebut.


"Belum ada laporan soal ini, nanti saya cek," ujarnya, Minggu (18/4/2021).


Sebelumnya, masyarakat di Kabupaten Rote Ndao juga dihebohkan dengan penemuan pulau baru di Pantai Rote, antara batas Desa Tasilo dan Tolama, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao.


Camat Loaholu Jemi Oktovianus Adu yang dikonfirmasi pada Sabtu, 10 April 2021 membenarkan adanya penemuan pulau baru di wilayahnya.


"Terkait pulau yang muncul dilaut wilayah Dusun Sai, Desa Tolama, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, sebagai dampak dari badai yang melanda Kabupaten Rote Ndao sejak tanggal 4 s/d 6 April 2021. Pulau itu muncul tepatnya hari Minggu, tanggal 4 April 2021 yang terbentuk dari gundukan Pasir dan batuan," jelasnya.


Pulau Baru


Sebelumnya sebuah pulau baru muncul di wilayah Nusa Tenggara Timur pasca dihantam badai siklon tropis seroja.


Pulau baru tersebut berada di wilayah Dusun Sai, Desa Tolama, Kecamatan Loaholu dengan luas setidaknya 152 kaki.


Dari bibir pantai, pulau tersebut hanya berjarak 200 meter.


Pulau tersebut melihat memanjang berpasir putih dan banyak terdapat batu karang.


Kemunculan pulau baru itu dibenarkan oleh Lembaga Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT, Marius Ardu Jelamu.


Marius menuturkan, munculnya pulau tersebut bertepatan dengan saat Paskah.


Sehingga, banyak masyarakat yang ingin menamainya dengan Pulau Paskah.


"Terjadinya pas Minggu Paskah, Pak Sekda Rote menelepon kita bahwa masyarakat mau menamakannya itu Pulau Paskah."


"Tapi juga ada yang menghendaki namanya Seroja, tapi banyak yang menolak karena mereka mengenal seroja sebagai serangan roh jahat," kata Marius dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (16/4/2021).


Marius menuturkan, untuk masalah nama nanti akan dibicarakan kembali dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan masyarakat.


"Soal nama akan dibicarakan bersama dengan Pemkab Rute Ndao dan Masyarakat," ujar Marius.


Berharap Ada Lembaga Penelitian Datang untuk Meneliti


Marius mengharapkan ada tim lembaga penelitian yang bisa datang ke pulau baru tersebut.


Agar nantinya, mereka bisa meneliti bagaimana proses terbentuknya pulau.


"Sebuah pulau di Rote yang timbul pasca bencana alam yang kita harapkan tim lembaga penelitian bisa datang untuk meneliti bagaimana proses terjadinya."


"Para ahli bisa menjelaskan kepada kita bagaimana proses terjadinya, apakah karena sedimen yang berasal dari dasar laut, karena siklon itu. Saya kira para arkeolog bisa menjelaskan," ucap Marius.


Marius menjelaskan lebih detail bagaimana kemunculan pulau baru tersebut.


"Sebelumnya tidak ada pulau hanya laut. Tetapi pasca bencana tiba-tiba muncul sebuah pulau kecil yang panjangnya 50 meter."


"Di atasnya pulau itu terbentuk dari batu-batu yang tersusun, serta di atasnya pasir. Tentu ini sangat menarik dan nanti suatu waktu bisa dijadikan lokasi wisata baru. Orang bisa menikmati laut dari pulau itu," terangnya.

Komentar

Tampilkan

  • Sebelumnya Hanya Kebun Sayur, Namun Sekarang Muncul Danau di Kupang. Ini Ceritanya
  • 0

Terkini

Topik Populer